WISATA BAHASA:

MODEL ALTERNATIF PEMBELAJARAN BIPA DI LUAR KELAS

Drs. Mustakim, M.Hum.

Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional RI

mustakim@indo.net.id

ABSTRAK

            Pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) pada hakikatnya merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku agar mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Untuk itu, pembelajar selain dituntut memiliki kemampuan linguistik, juga perlu memahami berbagai aspek sosial budaya yang berlaku dalam masyarakat Indonesia. Kemampuan seperti itu tidak cukup hanya diperoleh di dalam kelas (classical), tetapi juga perlu diperoleh di lapangan, terutama melalui pengalaman di luar kelas (tutorial), dalam kehidupan nyata di masyarakat.

            Banyak model pembelajaran secara tutorial yang selama ini sudah dilakukan dalam pengajaran BIPA, baik di dalam maupun di luar kelas. Namun, model pembelajaran tutorial di luar kelas yang ditawarkan dalam makalah ini masih jarang dilakukan, yaitu dalam bentuk wisata bahasa. Model tutorial ini perlu dipertimbangkan sebagai alternatif pembelajaran, terutama untuk memberikan pengalaman nyata bagi para pembelajar dalam berinteraksi dan berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat dalam kehidupan yang nyata.

            Konsep model wisata bahasa ini merupakan model pembelajaran bahasa Indonesia yang dilaksanakan di luar kelas dalam bentuk kunjungan wisata ke Indonesia. Model ini diproyeksikan sebagai media pelatihan dan penerapan (praktik) kemampuan berbahasa Indonesia dan pelaksanaannnya bersifat bebas, rekreatif, dan terbimbing, tanpa mengabaikan tujuan dan fungsi instruksional. Lebih lanjut, apa dan bagaimana pelaksanaan model wisata bahasa tersebut akan dipaparkan dalam makalah ini.***

Biodata Ringkas

Mustakim, Kepala Bidang Pembinaan di Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, dan sekaligus Koordinator Pengembangan Pengajaran  BIPA Pusat Bahasa.

Return to ASILE Program